Minggu, 09 Januari 2011

Enjoy the Process

Belajar jadi orangtua memang tidak mudah. Membimbing anak untuk mencapai masa depan yang lebih baik ibaratnya menyusun keping demi keping puzzle yang tersebar di antara mainan-mainan yang lain. Sebagai orangtua kita melakukan banyak trial and error.

Reyhan kecil, si 2,5 tahun, sampai sekarang masih belum menunjukkan minatnya pada buku. Dia hanya membolak-balik halaman dengan masa konsentrasi kurang dari satu menit. Sempat juga dibelikan buku Cars, tertarik sebentar tapi hanya sebulan saja. Saya pun juga sempat cemas karena sampai sekarang masih belum bisa mengucapkan huruf B, dan T, Hampir semua huruf digantinya dengan K.

Baca artikel pendidikan sana-sini, dapat info dari kanan kiri, lalu dipraktekkan. Loh... kok hasilnya tidak sesuai harapan?Or maybe we're hoping to much? Sometimes we put a great pressure to ourself. Ditambah lagi rasa bersalah karena harus meninggalkan anak untuk bekerja. Duuuh...rasanya belum bisa jadi Ibu yang baik.

Nasehat dari seorang teman yang saya dapat baru-baru ini menyadarkan saya. "Ir, kita sebagai orangtua cuma bisa berusaha yang terbaik. Yang penting terus menimba ilmu, dan berdoa".

Ya. Kadang saya lupa memasrahkan diri pada Allah. Setelah mendengar nasehat itu, terus terang saya jadi lebih rileks. Setiap kali saya berusaha mengajarkan Reyhan untuk menyukai buku, atau mengajarinya untuk berbicara lebih 'terang' saya tidak terlalu stress jika dia 'mogok'. Menikmati proses tanpa harus menuntut terlalu banyak dari anak. Karena pekerjaan anak Golden Age secara profesional adalah 'bermain'. And watching him playing happily is the greatest gift for me.

--------------------------------------------------------------------------------
By the way I had a great time today. Hari ini kami puas bermain seharian. I'm creating art project with Aisyah-my niece- and ReyhanThey look very happy together :) 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar